Standar 1
: Falsafah Keperawatan
Dalam
melaksanakan asuhan keperawatan perawat berkeyakinan bahwa :
- Manusia adalah individu yang memiliki kebutuhan biopsikososial dan spiritual yang unik. Kebutuhan ini harus selalu dipertimbangkan dalam setiap pemberian asuhan keperawatan.
- Keperawatan adalah bantuan bagi umat manusia yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal kepada semua yang membutuhkan dengan tidak membedakan bangsa, suku, agama, kepercayaan, dan statusnya di setiap tempat pelayanan kesehatan.
- Tujuan asuhan keperawatan dapat dicapai melalui usaha bersama dari semua anggota tim kesehatan dan pasien atau keluarga.
- Dalam memberikan asuhan keperawatan perawat menggunakan proses keperawatan dengan lima tahapan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien atau keluarga.
- Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat, memiliki wewenang melakukan asuhan keperawatan secara utuh berdasarkan standar asuhan keperawatan.
- Pendidikan keperawatan berkelanjutan harus dilaksanakan secara terus-menerus untuk pertumbuhan dan perkembangan staf dalam pelayanan keperawatan.
Standar 2
: Tujuan Asuhan Keperawatan
Meliputi
:
- Memberi bantuan yang paripurna dan efektif kepada semua orang yang memerlukan pelayanan kesehatan, sesuai dengan sistem kesehatan nasional.
- Menjamin bahwa semua bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasien dan mengurangi atau menghilangkan kesenjangan.
- Mengembangkan standar asuhan keperawatan yang ada.
- Memberi kesempatan kepada semua tenaga perawatan untuk mengembangkan tingkat kemampuan profesionalnya.
- Memelihara hubungan kerja yang efektif dengan semua anggota tim kesehatan.
- Melibatkan pasien dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan kesehatan.
- Menciptakan iklim yang menunjang proses belajar mengajar dalam kegiatan pendidikan bagi perkembangan tenaga keperawatan.
- Menunjang program pendidikan berkelanjutan bagi pertumbuhan dan perkembangan pribadi tenaga keperawatan.
Standar 3
: Pengkajian Keperawatan
Meliputi
:
- Pengumpulan data dengan kriteria kelengkapan data, sistematis, menggunakan format aktual dan valid.
- Pengelompokan data dengan kriteria data biologis, psikologis, sosial, dan spiritual.
- Perumusan masalah dengan kriteria kesenjangan antara status kesehatan dengan norma dan pola fungsi kehidupan.
Standar 4
: Diagnosis Keperawatan
Meliputi
:
- Status kesehatan dibandingkan dengan norma untuk menentukan kesenjangan.
- Diagnosis keperawatan dihubungkan dengan penyebab kesenjangan dan pemenuhan kebutuhan pasien.
- Diagnosis keperawatan dibuat dengan wewenang perawat.
- Komponen diagnosis keperawatan terdiri dari masalah, penyebab, gejala atau tanda (PES) atau terdiri dari masalah dan penyebab (PE).
- Diagnosis keperawatan aktual untuk perumusan status kesehatan pasien yang sudah nyata terjadi.
- Diagnosis keperawatan potensial untuk perumusan masalah status kesehatan pasien yang kemungkinan besar akan terjadi, apabila tidak dilakukan upaya pencegahan.
Standar 5
: Perencanaan Keperawatan
Meliputi
:
- Prioritas masalah dengan kriteria masalah yang mengancam kehidupan yang merupakan prioritas pertama, masalah-masalah yang mengancam kesehatan seseorang adalah prioritas kedua, masalah-masalah yang mempengaruhi perilaku merupakan prioritas ketiga.
- Tujuan asuhan keperawatan dengan kriteria, tujuan dirumuskan secara singkat dan jelas. Disusun berdasarkan diagnosis keperawatan, spesifik pada diagnosis keperawatan dapat diukur, realistik atau dapat dicapai menggunakan komponen yang terdiri dari subjek perilaku pasien, kondisi pasien dan kriteria tujuan.
Standar 6
: Intervensi Keperawatan
Meliputi
:
a. Memenuhi kebutuhan
oksigen diantaranya :
1) Memberikan oksigen, dengan kriteria
menyiapkan lingkungan bebas asap rokok dan membatasi pengunjung, menyiapkan
pasien, kelengkapan alat, penggunaan alat secara tepat dan benar, dosis sesuai
dengan program pengobatan, cara pemberian tepat guna, pemberian masker oksigen
pada bayi matanya ditutup dengan kasa dan observasi tanda vital selama
pemberian oksigen.
2) Menyiapkan pasien praoperasi
tracheostomi dengan kriteria memberi formulir persetujuan operasi kepada pasien atau keluarga diisi dan ditanda
tangani, mencukur daerah yang akan dioperasi, memberi kompres desinfektan pada
daerah yang akan dioperasi, memberikan obat sesuai dengan program pengobatan,
mengganti pakaian pasien dengan menyiapkan pakaian khusus dan observasi tanda
vital.
3) Menyiapkan pasien untuk pemasangan WSD
(water seal drainage) dengan kriteria
memberi formulir persetujuan operasi kepada pasien atau keluarga untuk diisi
dan ditanda tangani, mencukur daerah inter costae yang akan dipasang WSD,
memberi obat sebelum pemasangan WSD sesuai dengan program pengobatan, mengganti
pakaian pasien dengan pakaian khusus dan observasi tanda vital.
4) Menyiapkan pasien untuk pemasangan
endotrakheal tube dengan kriteria menyiapkan endotracheal tube steril dengan ukuran
yang tepat, mengatur posisi pasien dan melakukan observasi tanda vital.
5) Melakukan resusitasi dengan kriteria
menyiapkan kelengkapan alat resusitasi, memberikan alas yang keras atau papan
resusitasi (resusitation back) pada
daerah punggung, mengatur posisi pasien, membantu atau melaksanakan resusitasi,
melakukan observasi tanda vital dan respons pasien.
b. Memenuhi kebutuhan nutrisi,
keseimbangan cairan dan elektrolit :
1) Memberikan makan peroral dengan
kriteria menyiapkan lingkungan, memeriksa ulang, mengatur posisi pasien,
membantu pasien sesuai dengan kondisinya, melakukan observasi nafsu makan dan
mencatat porsi makan yang dihabiskan.
2) Memberi minum peroral dengan kriteria
memeriksa ulang jumlah dan jenis minuman, membantu pasien minum, melakukan
observasi respons pasien dan mencatat jumlah cairan yang diminum.
3) Memberi makan dengan melalui naso
gastric dengan kriteria menyiapkan NGT dengan ukuran yang tepat, memeriksa
ulang diet, mengatur posisi, mengukur NGT yang akan dimasukkan, melakukan tes
ketepatan masuknya NGT dan difiksasi, memasukkan makanan melalui corong secara
pelan dan hati-hati dan melakukan observasi.
4) Melaksanakan terapi parenteral dengan
memberi cairan melalui infus dengan kriteria melengkapi alat dan infus set
sesuai dengan umur dan kondisi, memeriksa jenis cairan, mengatur posisi,
mendesinfektan kulit pada lokasi pemasangan infus, membebaskan selang infus
dari udara, memeriksa ketepatan masuknya jarum dalam vena dan difiksasi,
memasang kasa steril di bawah dan di atas jarum, mengatur tetesan cairan sesuai
dengan program pengobatan, melakukan observasi dan mencatat pemasukan.
c. Memenuhi kebutuhan
eliminasi :
1) Membantu memperlancar buang air kecil
dengan kriteria memeriksa keadaan kandung kencing, melatih untuk buang air
kecil, memenuhi kebutuhan cairan yang cukup dan melakukan observasi keinginan
buang air kecil.
2) Membantu buang air kecil dan buang besar
dengan kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat yang bersih dan kering,
memasang pispot atau urinal sehingga pasien merasakan nyaman, mencatat kelainan
urine atau feces dan melakukan observasi.
3) Melakukan kateterisasi dengan kriteria
menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat kateterisasi steril, ukuran kateter
sesuai dengan umur, mengatur posisi dorsal recumbent, melakukan desinfeksi pada
meatus, mengoleskan pelumas steril pada ujung kateter, memasukkan kateter dengan
hati-hati, mencatat jumlah serta kelainan urine dan melakukan observasi.
4) Memasang kateter menetap dengan
kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat dan douwer kateter steril,
ukuran douwer kateter sesuai dengan umur, mengatur posisi dorsal recumbent,
melakukan desinfeksi pada meatus, mengoleskan pelumas steril pada ujung
kateter, memasukkan keteter dengan hati-hati, melakukan fiksasi keteter,
memasang urine bag, membersihkan daerah genital secara teratur pagi, sore, dan
malam, melakukan observasi pasien, tanda-tanda infeksi, jumlah, kelainan dan
kelancaran aliran urine.
5) Membersihkan huknah rendah dengan
kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat, ukuran canule recti sesuai dengan
umur, suhu cairan sesuai dengan suhu normal, mengatur posisi sim miring ke
kiri, mengoleskan pelumas pada ujung canule, mengeluarkan udara dari selang,
tinggi irigator 30 cm dari tubuh pasien, melakukan observasi pasien dan
mencatat hasil huknah.
6) Memberikan huknah tinggi dengan
kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat, ukuran canule sesuai dengan
umur, suhu cairan sesuai dengan suhu tubuh normal, mengatur posisi sim miring
ke kanan, mengoleskan pelumas pada ujung canule, mengeluarkan udara dari
selang, tinggi irigator 50 cm dari tubuh pasien, melakukan observasi dan
mencatat hasil huknah.
7) Memberikan glyserin dengan spuit dengan
kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat, suhu glyserin sesuai dengan
suhu tubuh normal, mengatur posisi sim, mengoleskan pelumas pada ujung canule,
mengeluarkan udara dari glyserin spuit, memasukkan canule ke dalam rectum
dengan hati-hati, melakukan observasi pasien dan mencatat hasil pemberian glyserin.
d. Memenuhi kebutuhan
keamanan :
1) Menjaga keselamatan pasien yang
gelisah di tempat tidur dengan kriteria kelengkapan alat sesuai dengan umur dan
kondisi pasien, memasang alat pengaman dan pasien tetap merasa nyaman dan aman
dan observasi pasien.
2) Mencegah infeksi nosokomial dengan
kriteria melaksanakan teknik aseptik dan antiseptik, menjaga kebersihan dari
kesehatan lingkungan.
3) Menjaga keselamatan pasien yang dibawa
dengan brancar atau rollstoel dengan kelengkapan alat, mendorong brancar atau
rollstoel dengan hati-hati, observasi respons pasien.
4) Mencegah kecelakaan pada alat listrik
dengan kriteria kelengkapan alat, memeriksa voltage listrik setempat, menggunakan
alat secara tepat dan benar dan observasi pasien.
5) Mencegah kecelakaan pada penggunaan
alat yang mudah meledak dengan kriteria kelengkapan dan kondisi alat, menggunakan
alat secara tepat dan benar, memahami petunjuk penggunaan alat, menyimpan alat
ditempat yang aman.
6) Mencegah kekeliruan pemberian obat
dengan kriteria tulisan dan kode pada label atau etiket harus jelas, warna
tulisan tidak mudah berubah, label atau etiket dipasang pada tempat yang mudah
dibaca, memasang label atau etiket pada tempat obat, meletakkan obat pada
tempat yang ditentukan.
e. Memenuhi kebutuhan
kebersihan dan kenyamanan fisik :
1) Memandikan pasien dengan kriteria
kelengkapan alat, menyiapkan lingkungan, menyiapkan pasien, memandikan pasien
secara sistematis, melakukan observasi.
2) Mengganti pakaian pasien dengan
kriteria kelengkapan pakaian, mengganti pakaian sesuai dengan kondisi dengan
membuka pakaian dimulai dari bagian tangan, kaki yang sehat, mengenakan pakaian
dimulai dari bagian tangan, kaki yang sakit dan melakukan observasi.
3) Memelihara kebersihan mulut dengan
menyikat gigi, membersihkan mulut dan memelihara gigi palsu.
4) Mengganti alat tenun tempat tidur
tanpa memindahkan pasien dengan kriteria kelengkapan alat, mengganti alat tenun
sesuai dengan kondisi dan observasi respons pasien.
5) Mencuci rambut dengan kriteria
kelengkapan alat, menyiapkan lingkungan, menutup telinga dan mata pasien,
mengeringkan dan menyisir rambut dan melakukan observasi pasien.
6) Menyisir rambut dengan kriteria
kelengkapan alat, menyisir rambut yang panjang dimulai dari ujung dan melakukan
observasi.
7) Memotong kuku dengan kriteria kelengkapan
alat, merendam jari tangan dan kaki dalam air hangat, memotong kuku dengan alat
pemotong kuku sesuai dengan lingkungan anatomis dan observasi pasien.
f. Memenuhi kebutuhan
istirahat dan tidur :
1) Membantu pasien untuk istirahat dan
tidur dengan kriteria mengatur posisi yang tepat, mengatur ventilasi dan
pencahayaan, mencegah kebisingan suara, memperhatikan kebersihan lingkungan,
mengatur pelaksanaan pengobatan atau
tindakan keperawatan, mengatur kunjungan dokter, mencegah tamu di luar jam
kunjungan dan melakukan observasi pasien.
g. Memenuhi kebutuhan gerak
dan kesehatan jasmani :
1) Mengatur posisi baring pasien antara
lain posisi fowler, trendelenburg, SIM, dorsal recumbent, lithotomi, genu
pectoral.
2) Melaksanakan mobilisasi dini sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi pasien dengan kriteria melatih pasien mengangkat
tangan dan kaki, melatih gerak pasif dengan mengangkat dan menekuk tangan atau
kaki secara berulang, melakukan observasi.
3) Melaksanakan ambulasi dini dengan
kriteria melatih pasien memenuhi kebutuhannya sendiri, melatih pasien duduk,
turun dari tempat tidur, berdiri dan berjalan secara bertahap, melatih pasien
menggunakan alat bantu, motivasi pasien menggunakan alat bantu, motivasi pasien
untuk latihan gerak dan observasi pasien.
4) Mencegah kemungkinan terjadinya
komplikasi pada pasien tirah baring lama dengan kriteria memotivasi pasien
untuk latihan gerak, mengatur posisi baring secara bergantian, memelihara pakaian
pasien dan alat tenun tetap bersih dan kering.
h. Memenuhi kebutuhan
spiritual :
1) Membantu pasien beribadah dengan
kriteria membantu menyiapkan alat ibadah, membantu pasien melaksanakan ibadah,
membantu pasien menghubungi pemuka agama, mendampingi pasien saat mendapatkan
bimbingan spiritual.
2) Memberi pelayanan mental spiritual
kepada pasien yang gawat atau terminal dengan kriteria menyiapkan lingkungan,
membantu menyiapkan alat-alat ibadah, membantu melaksanakan ibadah, membantu
menghubungi pemuka agama, mendampingi pasien saat mendapatkan bimbingan spiritual,
menunjukkan sikap empati, simpati dan mencatat dan menyampaikan pesan pasien
kepada keluarga atau lainnya.
3) Memberi pelayanan mental spiritual
kepada pasien yang menghadapi sakaratul maut dengan menyiapkan lingkungan,
memberikan kesempatan keluarga berdoa, menunjukkan sikap empati dan simpati,
melakukan observasi setiap 15 menit dan memberi kesempatan keluarga mendampingi
pasien.
i. Memenuhi kebutuhan
emosional :
1) Melaksanakan program orientasi dengan
kriteria memberi penjelasan kepada pasien baru atau keluarga tentang peraturan
rumah sakit, memberi penjelasan kepada pasien atau keluarga tentang penggunaan
fasilitas, observasi perilaku pasien atau keluarga dan memperkenalkan pasien
kepada perawat dan pasien lain.
2) Melaksanakan komunikasi terapeutik
dengan kriteria memanggil pasien sesuai dengan nama dan statusnya, menggunakan
bahasa yang dimengerti pasien, menampilkan sikap yang ramah dan sopan
memperhatikan dan mendengarkan keluhan pasien, memotivasi pasien untuk
mengemukakan perasaannya.
3) Menyiapkan mental pasien pra operasi
dengan kriteria memberi kesempatan kepada pasien untuk bertemu dengan keluarga,
memberi kesempatan kepada pasien atau keluarga untuk berdoa.
j. Memenuhi kebutuhan
komunikasi :
1) Secara langsung atau dengan lisan
dengan kriteria menampilkan sikap sopan dan ramah menggunakan bahasa yang dapat
dimengerti, menyampaikan informasi secara jelas, lengkap dan tepat waktu dan
observasi respons pasien.
2) Secara tidak langsung atau tertulis
dengan kriteria menggunakan kertas bersih, tulisan jelas, mudah dibaca dan
observasi respons pasien.
3) Menggunakan isyarat dengan kriteria
memahami isyarat pasien dan memberi respons dengan isyarat yang dipahami
pasien.
k. Mencegah dan mengatasi
reaksi fisiologis :
1) Mengukur suhu badan di aksila, di
mulut, di rectum
2) Menghitung pernafasan
3) Menghitung denyut nadi
4) Mengukur tekanan darah
5) Menghindari kemungkinan terjadinya
alergi obat dengan kriteria mengetahui riwayat penggunaan obat, melakukan tes
pada pertama kali pemberian obat tertentu, observasi respons pasien dan memberi
identitas obat penyebab alergi pada kartu obat.
l. Memenuhi kebutuhan
pengobatan dan membantu proses penyembuhan :
1) Melaksanakan pemberian obat melalui
peroral, parenteral, subcutan, intra muskular dan intra vena.
m. Memenuhi kebutuhan
penyuluhan :
1) Memberikan penyuluhan secara
individual dengan kriteria mengidentifikasi kebutuhan penyuluhan, melaksanakan
penyuluhan sesuai dengan kebutuhan, menggunakan bahasa yang dapat dimengerti.
n. Memenuhi kebutuhan
rehabilitas :
1) Melatih pasien menggerakkan
anggota tubuh di tempat tidur
2) Melatih pasien turun dari tempat
tidur
3) Melatih pasien berjalan
4) Melatih pasien menggunakan alat bantu
5) Melatih pasien menggunakan tongkat
penyangga
Standar 7
: Evaluasi Keperawatan
Meliputi
:
1) Setiap tindakan keperawatan dilakukan
evaluasi.
2) Evaluasi hasil menggunakan indikator
peubahan fisiologis dan tingkah laku pasien.
3) Hasil evaluasi segera dicatat dan
dikomunikasikan untuk diambil tindakan selanjutnya.
4) Evaluasi melibatkan pasien, keluarga, dan
tim kesehatan.
Standar 8
: Catatan Asuhan Keperawatan :
Meliputi
:
1) Catatan dilakukan selama pasien dirawat
inap, rawat jalan dan kamar tindakan.
2) Catatan digunakan sebagai bahan
informasi, komunikasi dan laporan
3) Catatan dilakukan segera setelah tindakan
dilaksanakan
4) Penulisan catatan harus jelas dan ringkas
serta menggunakan istilah yang baku.
Catatan mengacu
kepada pelaksanaan proses keperawatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar